Kesal, Suami Bayar Biaya Cerai Dengan Uang Receh

0

Gara-gara sakit hati dengan mantan istri, Dwi Susilarto nekat membayar rekopensi (uang beban) perceraian sebesar Rp155 juta pakai recehan Rp1.000, Rp2.000, dan Rp100.000. Uang tersebut dia wadahi pakai karung beras.

Alhasil, karung berisi uang yang dibawa pegawai negeri sipili itu ke Pengadilan Agama Karanganyar, Jawa Tengah, mencapai 15 karung. Rinciannya, 13 karung berisi uang pecahan Rp1.000 dan dua karung berisi pecahan Rp2.000 hingga Rp100.000.

Warga Karanganyar sendirilah yang membawa puluhan karung uang pecahan itu pakai mobil bak terbuka. Dari tempat pakir pengadilan ke ruang sidang dengan agenda pembacaan ikrar cerai, uang berkarung-karung itu dia bawa pakai gerobak.
“Berat totalnya 890 kilogram. Uang ini untuk membayar biaya mut’ah, idah, dan nafkah terutang. Uang ini selain uang saya sendiri juga sumbangan dari teman dan kenalan serta kerabat. Tahu sendiri gaji PNS berapa mana sanggup membayar sebanyak itu,” ujarnya.

Dwi Susilarto mengatakan tidak bermaksud melecehkan pengadilan. Ia hanya kecewa dengan putusan pengadilan yang menaikkan nilai uang rekopensi. Keputusan Pengadilan Agama Karanganyar, katanya, hanya disuruh bayar Rp43 juta, tetapi setelah banding dan diputus Pengadilan Agama Provinsi Jawa Tengah jadi naik 400 persen.

Uang Rp178 juta untuk membayar nafkah iddah sebesar Rp6 juta, nafkah mut’ah Rp10 juta, dan nafkah terhutang Rp162 juta.

“Bayangkan saja naiknya 4 kali lipat, suatu nilai yang fantastis menurut saya yang hanya seorang pegawai negeri,” katanya.

Mantan istri Dwi Susilarto bernama Hermi Setyowati. Dia merasa dilecehkan dengan apa yang dilakukan mantan suaminya.

“Saya bisa menerima rekonvensinya, tapi terus terang saya merasa dilecehkan diberi uang receh seperti ini. Ibaratnya saya seperti orang kere, padahal itu hak saya karena selama menjadi istrinya tidak menerima nafkah bertahun-tahun,” kata dia.

Hermi tidak mau menghitung sendiri uang itu. Uang berkarung-karung itu kemudian disepakati dihitung petugas pengadilan, tetapi ada biayanya Rp2,5 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *